Dampak Terburuk Tarif Impor AS, Resesi Ekonomi dan PHK Massal

21 hours ago 4

Dampak Terburuk Tarif Impor AS, Resesi Ekonomi dan PHK Massal

Tarif Impor AS Berdampak Besar Bagi Dunia. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Kebijakan tarif impor yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berdampak signifikan terhadap ekonomi Indonesia, terutama sektor otomotif dan elektronik. Pasalnya besaran tarif terhadap produk Indonesia yang masuk AS mencapai 32%. 

1. Dampak Keputusan Trump

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, kebijakan ini dapat memicu penurunan ekspor dan berpotensi resesi ekonomi di AS, yang pada gilirannya akan mempengaruhi Indonesia.

Bhima pun menanggapi keberatan AS terkait kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan hambatan impor Indonesia. Menurutnya, keberatan tersebut tidak relevan.

"Soal keberatan AS terkait kebijakan TKDN dan hambatan impor Indonesia, sebenarnya itu tidak perlu dihiraukan, karena Indonesia sebenarnya negara dengan hambatan non-tarif terendah dibanding mitra dagang utama," kata Bhima saat dihubungi Okezone.com, Kamis (3/4/2025).

Ia menambahkan bahwa komplain AS terkait hambatan non-tarif tidak tepat sasaran. 

"Kalau mau utak-atik soal tarif masih dalam koridor, tapi ini AS komplainnya soal hambatan non tarif. Tidak apple to apple," ungkap Bhima.

2. Ekonomi AS Juga Terancam

Menurut Bhima, pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam itu bisa jadi negatif begitu ada kenaikan tarif yang luar biasa. Pertama, konsumen AS menanggung tarif dengan harga pembelian kendaraan yang lebih mahal. Penjualan kendaraan bermotor turun di AS.

Kedua, probabilitas resesi ekonomi AS naik karena permintaan lesu. Korelasi ekonomi Indonesia dengan AS, setiap 1 persen penurunan pertumbuhan ekonomi AS maka ekonomi Indonesia turun 0,08 persen.

3. Ancaman PHK

Ketiga, produsen otomotif Indonesia tidak semudah itu shifting ke pasar domestik, karena spesifikasi kendaraan dengan yang diekspor berbeda. Imbasnya layoff alias PHK dan penurunan kapasitas produksi semua industri otomotif di dalam negeri.

"Bukan hanya otomotif tapi juga komponen elektronik, karena kaitan antara produsen elektronik dan suku cadang kendaraan bermotor. Ekspor Indonesia tertinggi ke AS adalah komponen elektronik. Jadi elektronik ikut terdampak juga," jelasnya.

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|