Wiwie Heriyani
, Jurnalis-Sabtu, 29 Maret 2025 |15:46 WIB
Wisuda akbar Hafiz Indonesia 2025. (Foto: RCTI)
JAKARTA - Wisuda Akbar Hafiz Indonesia menjadi momentum istimewa bagi para penghafal Al-Qur’an di program Hafiz Indonesia yang tayang di RCTI. Ajang apresiasi peserta dan wisudawan yg telah melewati berbagai ujian dan tantangan selama hampir 30 episode. Kriteria penilaiannya meliputi afshah (terfasih bacaannya), ajwad (terbaik tajwidnya), aqwa (terkuat hafalannya), ahfadz (terbanyak jumlah hafalannya), ajmal (terindah bacaannya) dan akram (terbaik akhlaknya).
Tahun ini, acara ini akan menampilkan tiga wisudawan terbaik yang berhasil mencapai prestasi luar biasa. Mereka adalah Naufal, Yasmin, dan Izzah. Selain 3 wisudawan, hadir juga 17 peserta yang akan tampil dengan hafalan alqurannya.
Naufal yang berusia 10 tahun merupakan seorang hafiz muda dari Melbourne Australia yang memiliki hafalan 30 juz Al-Qur’an. Ia belajar menghafal Al-Qur’an di sebuah rumah tahfidz milik imigran Afrika Selatan. Naufal hafal letak halaman dan nomor ayat di dalam alquran. Keberhasilannya meraih gelar sebagai penghafal 30 juz adalah bukti ketekunan dan semangat juangnya. Naufal sempat meraih juara 2 MHQ cabang 15 juz yg diadakan oleh Kedutaan Arab Saudi di Canberra. Ia juga lolos kualifikasi MHQ Internasional di Inggris, namun memilih untuk kembali ke Jakarta dan bergabung dengan program Hafiz Indonesia.
Lalu ada Yasmin, gadis kecil berusia 9 tahun ini, merupakan seorang tuna netra yang sangat ceria. Di usia 2.5 th, putri kyai asal Banyuwangi ini didiagnosis menderita kanker retinoblastoma, dan harus dioperasi pengangkatan bola mata. Yasmin menghafal Al Qur’an lewat talaqqi langsung dengan ummi-nya. Kini Yasmin sudah memiliki hafalan 6 juz. Prestasi Yasmin salah satunya adalah tampil membawakan shalawat asgyl di depan Presiden RI saat itu, di acara muktamar 1 abad NU.
Selanjutnya ada Izzah, gadis asal Tidore Kepulauan berusia 10 tahun yang juga memiliki prestasi luar biasa. Izzah menghafal 6 juz Al-Qur’an, dan belajar langsung dari ayahnya yang merupakan seorang guru madrasah sekaligus pengajar di rumah tahfidz. Suara izzah yang begitu merdu dalam melantunkan ayat ayat suci Alquran, telah membawa Izzah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Sebelumnya, Izzah menyabet gelar terbaik 5 dan terbaik 3 tingkat dunia di MTQ Internasional di Abu Dhabi dan Qatar.