Momentum RI Percepat Hilirisasi di Tengah Kebijakan Tarif Dagang Presiden Trump. (Foto: Okezone.com/Reuters)
JAKARTA - DPR RI menyoroti kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal penerapan tarif dagang terbaru. Kebijakan Trump dinilai supply chain global akan terus berjalan termasuk geopolitik.
"Dinamika supply chain global akan terus berjalan termasuk geopolitik yang terus menghangat akibat kebijakan proteksionisme Trump," ujar Anggota Komisi XI Ahmad Najib, saat dihubungi Okezone.com, Kamis (3/4/2025).
Meski demikian, penerapan kebijakan Trump merupakan momentum tepat bagi Indonesia untuk meningkatkan tranformasi industri menuju compliance standard international. Di samping itu, pemerintah perlu mempercepat hilirisasi industri.
"Ini merupakan momentum yang tepat bagi indonesia untuk meningkatkan tranformasi industri menuju compliance standard international termasuk mempercepat hilirisasi industri yang sudah dirintis oleh pemerintah sebelumnya. Percepatan industri yang efisien merupakan hal yang wajib dilakukan," terang Najib.
Selain itu, pemerintah perlu memitigasi UMKM yang berbasis ekspor. Pasalnya, sektor UMKM padat karya bakal terdampak langsung kebijakan Trump.
"Mitigasi UMKM yang berbasis ekspor dan UMKM padat karya karena akan terdampak langsung," katanya.
Dia menilai, pemerintah perlu meninjau ulang seluruh penjanjian dagang bilateral maupun multilateral dengan tetap mengedepankan kepentingan domestik Indonesia.
"Kemandirian pangan harus betul betul berjalan sukses," pungkas Najib.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rabu (2/4/2025), menandatangani instruksi presiden mengenai penerapan tarif masuk terbaru. Tak tanggung-tanggung Trump menerapkan tarif masuk untuk 180 negara, sebanyak 85 di antaranya dikenakan 10% ke atas.
Ini merupakan janji lama yang pernah disampaikan Trump, mengenakan tarif timbal balik terhadap negara-negara di seluruh dunia yang selama ini menikmati untung dari perdagangan dengan AS.