Ganti Puasa Ramadhan Dulu atau Jalankan Puasa Sunnah Syawal?

1 day ago 5

Ganti Puasa Ramadhan Dulu atau Jalankan Puasa Sunnah Syawal?

Ganti Puasa Ramadhan Dulu atau Jalankan Puasa Sunnah Syawal? (Ilustrasi/Freepik)

JAKARTA - Puasa sunnah 6 hari pada bulan Syawal dianjurkan dalam syariat Islam. Pahalanya bahkan setara dengan puasa setahun penuh. Namun, jika memiliki utang puasa Ramadhan pada bulan sebelumnya, mana yang didahulukan? Mengganti puasa Ramadhan atau menjalankan puasa sunnah Syawal? 

1. Puasa Syawal

Anjuran puasa enam hari di bulan Syawal berdasarkan salah satu hadits Rasulullah SAW dalam riwayat Imam Muslim yakni 

   مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ اَلدَّهْرِ

Artinya: “Barangsiapa puasa Ramadhan, kemudian ia sertakan dengan puasa enam hari dari bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim). 

2. Ganti Puasa Ramadhan

Mengganti puasa Ramadhan hukumnya wajib. Ini sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran yakni  

 فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْراً فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُون   

Artinya: “Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barangsiapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 184).   

3. Ganti Puasa Ramadhan atau Puasa Syawal?

Sebelum menjawab hal ini, perlu diketahui soal penyebab orang tidak puasa Ramadhan. Melansir laman NU, Rabu (2/4/2025), Imam An-Nawawi (wafat 676 H) dalam salah satu karyanya mengatakan bahwa tidak puasa di bulan Ramadhan bisa disebabkan dua hal. Pertama, karena uzur atau alasan yang dilegalkan dalam syariat. Kedua, karena tanpa uzur (disengaja). 

Orang-orang yang tidak puasa Ramadhan karena uzur seperti haid, nifas, sakit, perjalanan, lupa niat, makan karena beranggapan sudah masuk waktu buka puasa, wanita menyusui, dan wanita hamil, mereka diperbolehkan untuk mengganti puasanya kapan pun. Syaratnya, sebelum memasuki bulan Ramadhan berikutnya.   

Sementara orang yang tidak puasa Ramadhan tanpa uzur (disengaja), ia wajib langsung menggantinya setelah bulan Ramadhan. Ini merupakan pendapat yang sahih menurut mayoritas ulama mazhab Syafi’iyah. (An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab, [Beirut, Darul Fikr: tt], juz VI, halaman 365).   

Berdasarkan penjelasan di atas, orang-orang yang tidak puasa Ramadhan disebabkan uzur, boleh baginya untuk puasa Syawal terlebih dahulu, karena kewajiban qadha puasa Ramadhan baginya tidak harus secara langsung. Namun, boleh diganti kapan pun asalkan sebelum bulan Ramadhan berikutnya. 

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|