Preman yang Viral Tendang Dagangan Ibu-Ibu Sudah 3 Tahun Palak Pedagang Berkedok Iuran

9 hours ago 4

JAKARTA - Aksi premanisme di Pasar Baru Kota Bekasi viral di media sosial. Dari video viral pelaku bahkan menendang sayuran milik salah satu pedagang.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Hatorangan Sianturi menyampaikan bahwa kedua pelaku berinisial TAD dan DE kini telah ditangkap. Dia mengatakan bahwa aksi pelaku menarik iuran kepada para pedagang sudah berlangsung selama 3 tahun.

"Jadi kami perlu menjelaskan bahwa adanya video viral yang berisi narasi ibu-ibu yang sedang berjualan di daerah Pasar Baru, Rawalumbu, Bekasi Timur dagangannya ditendang oleh dua orang laki-laki dan itu kejadiannya kemarin pagi," kata Binsar kepada wartawan, Jumat (4/4/2025).

"Jadi keterangan dari kedua orang ini TAD bahwa dia melakukan aksi mengambil iuran ini sudah kurang lebih 3 tahun," imbuhnya.

Dia menyampaikan bahwa dalam sehari pelaku bisa mengantongi uang senilai 150 ribu dari hasil menarik iuran pedagang atau pendapatannya Rp 4,5 juta perbulan.

"Yang pasti pengakuan dari TAD per hari bisa mendapatkan uang dari kutipan sekitar Rp 150.000 dan ini berlangsung dari hari Senin sampai hari Minggu jadi kurang lebih sekitar Rp 4 juta sampai Rp 4,5 juta per bulan," ujarnya.

Binsar juga menambahkan bedasarkan keterangan sementara, uang hasil penarikan iuran itu digunakan pelaku untuk kepentingan pribadi. Pelaku pun tak melakukan setoran kepada pihak manapun dari hasil yang ia dapatkan.

"Hasil pemeriksaan sementara masih untuk kepentingan keluarga jadi motifnya masih kepentingan ekonomi bersangkutan," tuturnya.

Adapun, kejadian viral ketika pelaku menendang dagang pedagang sayur bermula ketika istri dari pelaku TAD menarik iuran kepada para pedagang kaki lima. Namun sang istri kala itu menerima kata-kata yang kurang sopan dari salah satu pedagang dan mengadukan kejadian tersebut kepada TAD.

"Keterangan yang bersangkutan bahwa kemarin pagi dia bersama istrinya mengambil iuran, istrinya kemudian melaporkan kepada TAD bahwa ada kata-kata yang kurang sopan dari pedagang," kata Binsar.

Setelah menerima aduan tersebut, pelaku pun langsung mengantar istrinya pulang dan mengajak adiknya yakni pelaku DE untuk mendatangi salah satu pedagang tersebut.

"Kemudian TAD mengantar istrinya pulang dan kemudian kembali lagi mengajak saudaranya jadi kedua orang ini saudara kandung," ucapnya.

Sementara itu bedasarkan video yang diterima, seorang pedagang kaki lima yang menjual sayur mayur menjadi korban aksi premanisme di Pasar Baru Kota Bekasi. Pelaku bahkan terlihat menendang timun yang merupakan barang jualan milik pedagang.

Dari video tersebut, nampak sang pedagang berulang kali berusaha meminta maaf kepada pelaku. Sang pedagang mengaku bahwa ia baru pertama kali jualan di Pasar Baru.

"Udah pak maaf, maaf saya belum ngerti pak namanya baru jualan," ujar pedagang.

Namun permintaan maaf itu tidak digubris, yang ada amarah pelaku makin menjadi-jadi. Pelaku pun terdengar terus melontarkan kata-kata kasar kepada pedagang tersebut. 

Pelaku bahkan mengancam pedagang tersebut agar tidak berjualan lagi di pinggir jalan Pasar Baru. Hingga akhirnya pedagang itu pun berjanji tidak akan menjajakan dagangannya di lokasi tersebut.

"Saya lihat besok masih ada lihatin aja," kata pelaku.
 

(Khafid Mardiyansyah)

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|