Mengenal Azoospermia Kondisi Pria Tanpa Sperma, Ada Harapan untuk Punya Anak?

1 week ago 6

Mengenal Azoospermia Kondisi Pria Tanpa Sperma, Ada Harapan untuk Punya Anak?

Mengenal Azoospermia Kondisi Pria Tanpa Sperma. (Foto: Krakenimages/Freepik)

Sperma memiliki peran penting dalam proses reproduksi manusia. Sperma adalah sel reproduksi pria yang diperlukan untuk membuahi sel telur wanita. Ketika sperma berhasil mencapai dan membuahi sel telur, terbentuklah zigot yang kemudian berkembang menjadi embrio dan akhirnya menjadi janin.

Namun, apa jadinya jika seorang pria tak memiliki sperma? Apakah dia tetap bisa menghasilkan keturunan? Berikut akan diulas Okezone melansir dari keterangan tertulis RS Bethsaida, Rabu (26/3/2025).

Ternyata sebagian pria memiliki kondisi medis bernama azoospermia atau tidak adanya sperma dalam cairan ejakulasi. Kondisi ini bisa menjadi salah satu penyebab utama infertilitas pada pria.

Azoospermia adalah kondisi di mana tidak ada sperma yang terdeteksi dalam cairan ejakulasi pada pria. Ini bukan berarti pria sama sekali tidak bisa memiliki anak, tetapi sperma yang dibutuhkan mungkin terhambat atau tidak diproduksi dalam jumlah yang cukup. 

Kondisi ini dapat disebabkan oleh dua faktor utama:

1. Azoospermia Obstruktif

Kondisi ini disebabkan oleh sumbatan pada saluran reproduksi, seperti di epididimis atau vas deferens, yang menghalangi sperma keluar. 

Testis biasanya masih memproduksi sperma normal, dan penanganannya bisa melalui pembedahan atau pengambilan sperma langsung dari testis untuk program bayi tabung (IVF/ICSI).

2. Azoospermia Non-obstruktif, terjadi Kondisi ini dipicu karena gangguan produksi sperma di testis, bisa akibat kelainan genetik, hormonal, atau masalah testis seperti varikokel. Penanganannya lebih kompleks dan sering memerlukan terapi hormonal. 

"Azoospermia bukan berarti pria tidak bisa memiliki anak. Dengan pemeriksaan yang tepat, kita bisa menentukan penyebabnya dan memberikan solusi yang sesuai, baik melalui terapi hormon, pembedahan, atau teknik reproduksi berbantu seperti IVF (in Vitro Fertilization),” ujar dokter spesialis andrologi di Bethsaida Hospital, dr. Widya Juwita, M.Biomed.

Faktor penyebab azoospermia yakni mulai dari kelainan genetik, gangguan hormonal, infeksi atau peradangan di organ reproduksi, efek samping pengobatan, hingga efek samping dari prosedur medis tertentu seperti kemoterapi atau operasi di daerah testis.

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|