Yili Raih Thailand FDA Quality Award untuk Ketujuh Kalinya Secara Berturut-turut, Kembali Dinobatkan sebagai “Best of the Best”

15 hours ago 4

, /PRNewswire/ — Yili Group melalui anak usahanya di Thailand kembali meraih Thailand Food and Drug Administration (FDA) Quality Award untuk ketujuh kalinya secara berturut-turut. Untuk kedua kalinya, Yili juga meraih penghargaan tertinggi dalam ajang tersebut, yakni "Best of the Best Award", setelah pertama kali mendapatkannya pada 2023. Penghargaan ini mencerminkan konsistensi Yili dalam menjaga kualitas, memperkuat aktivitas operasional di pasar lokal, dan menjalankan strategi ekspansi global, serta menegaskan posisi dan reputasi perusahaan di pasar produk susu Thailand.

Yili Group wins the “Best of the Best” Award
Yili Group wins the “Best of the Best” Award

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Thailand FDA Quality Award diberikan oleh FDA Thailand, lembaga yang berada dalam naungan Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand. Pengakuan ini merupakan salah satu penghargaan resmi yang paling bergengsi di sektor pangan dan obat-obatan Thailand. Penilaiannya mencakup ketertelusuran bahan baku, manufaktur cerdas, pengujian produk secara menyeluruh, penyimpanan dan distribusi melalui rantai dingin, serta tanggung jawab sosial perusahaan. Penghargaan ini diberikan kepada perusahaan unggulan yang terpilih dari ribuan produsen makanan di Thailand setelah melalui peninjauan dokumen, inspeksi lapangan oleh panel ahli, beberapa tahap pengujian sampel yang ketat, dan penilaian kapabilitas secara menyeluruh. Predikat "Best of the Best" diraih perusahaan yang mampu memenuhi standar tertinggi dalam kualitas secara keseluruhan, keunggulan operasional, dan kepatuhan regulasi.

Berbekal visi Chairman & President, Yili Group, Pan Gang, untuk memanfaatkan sumber daya global demi memberikan layanan yang lebih baik kepada konsumen, Yili terus memperluas penerapan standar dan sistem manajemen mutunya ke berbagai negara. Di Thailand, perusahaan mematuhi regulasi setempat dan standar internasional, serta memperkuat manajemen kualitas. Yili juga menerapkan perangkat manajemen kualitas dan sistem ERP untuk mengawasi secara digital seluruh proses, mulai dari pengadaan bahan baku hingga produksi, pergudangan, dan logistik. Selain itu, Yili meningkatkan sistem pretreatment, memperkuat pelatihan karyawan, dan pengelolaan titik kendali kritis.

Yili's ice cream brand Cremo
Yili’s ice cream brand Cremo

Merek es krim Yili, Cremo, juga semakin populer di kalangan konsumen Thailand. Dengan menyesuaikan produk terhadap preferensi lokal, Yili mengembangkan sejumlah varian, termasuk es krim berbentuk telinga kelinci serta produk yang menggunakan bahan seperti nata de coco dan pandan. Inovasi tersebut memperkaya pengalaman konsumen, mendapat pengakuan pasar, dan memperkuat kehadiran Cremo di Thailand.

Yili juga semakin terintegrasi dengan perekonomian dan komunitas lokal di Thailand. Saat ini, 80% bahan baku dan bahan penunjang Yili berasal dari sumber lokal, sementara karyawan asal Thailand mencapai 95% dari total tenaga kerja perusahaan. Pada Agustus lalu, Yili meluncurkan inisiatif untuk komunitas dan menyumbangkan 150.000 produk es krim Cremo kepada pemerintah Thailand. Langkah tersebut semakin menegaskan komitmen Yili terhadap tanggung jawab sosial perusahaan.

Thailand merupakan salah satu pasar konsumen utama di Asia Tenggara dengan persyaratan masuk pasar yang ketat dan tingkat persaingan yang tinggi. Pengalaman Yili menunjukkan bahwa pengelolaan kualitas secara konsisten dan penguatan operasional yang sesuai dengan kondisi lokal dapat mendukung pertumbuhan jangka panjang di pasar internasional.

Ke depan, Yili akan terus memperluas bisnisnya di Asia Tenggara dan pasar global lainnya, mempertahankan standar kualitas yang konsisten, serta menyempurnakan produk dan layanan sesuai kebutuhan lokal. Langkah tersebut sejalan dengan visi Yili, "World Integrally Sharing Health."


Sumber: prnasia.com

PR Newswire

Penafian: Artikel ini berasal dari pihak ketiga. Segala isi pemberitaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak ketiga.

Reporter: PR Newswire
Penulis: PR Newswire
Editor: PR Newswire

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|