, /PRNewswire/ — Huawei memperkenalkan versi terbaru Solusi Stellar AI Fabric dalam ajang HUAWEI CONNECT 2026. Solusi ini meningkatkan ketersediaan operasional dan pemanfaatan kapasitas komputasi pada klaster AI produksi. Inovasi tersebut diluncurkan Huawei dalam AI DC Innovation Summit bertema "Leading AI DC Innovation, Shaping the Agentic World" yang mempertemukan lebih dari 600 pemimpin industri dan peneliti.
Sesi Presentasi: Merancang Jaringan untuk Era Agentic AI
Menurut Erick Zhang, President, Data Center Network Domain, Huawei Data Communication Product Line, perkembangan AI mengubah pusat data konvensional menjadi "pabrik komputasi". Memasuki era agentic AI, jaringan yang menopang infrastruktur tersebut menjadi faktor penting yang secara langsung menentukan throughput token dan hasil pemanfaatan kapasitas komputasi.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Stellar AI Fabric versi terbaru memadukan Rock-Solid Architecture 2.0, StarryWing Digital Map 2.0, Hyper-Converged Fabric (HCF), dan Network Packet Load Balancing (NPLB). Huawei juga meningkatkan NetMaster network AI agent untuk mengotomatisasi analisis akar masalah pada 95% gangguan jaringan dalam hitungan menit guna menjaga operasional klaster produksi tetap konsisten.
Platform Peranti Keras dengan Throughput Tinggi
Huawei meluncurkan dua lini produk switch yang dirancang untuk kebutuhan komputasi berdensitas tinggi:
- CloudEngine SF9300 (UBG switch): Menggunakan arsitektur dua lapis dengan multi-plane yang memangkas biaya konstruksi hingga 30%. Penyederhanaan UB forwarding menurunkan latensi end-to-end hingga 40%. Untuk meningkatkan keandalan koneksi, Link-Layer Retransmission (LLR) melakukan pemulihan dalam hitungan mikrodetik sehingga meniadakan packet loss ketika terjadi fluktuasi koneksi.
- CloudEngine XH9300 (NPO switch): Menawarkan kapasitas proprietary 100T dan 51,2T. Sumber cahaya terpusat dan 3.2T Optical Engine (OE) proprietary menekan konsumsi daya interkoneksi hingga 40%. Dengan menghilangkan tahap optical DSP (oDSP), arsitektur ini memangkas latensi forwarding hingga 26%. Sementara itu, optical engine snap-in pluggable mempercepat proses pemeliharaan hingga 10 kali lipat.
Standar Industri Keuangan dan Implementasi Riset
Beijing FinTech Industry Alliance, Huawei, dan 17 mitra meluncurkan Technical Specification for Network High Availability of Financial Data Center. Standar ini menetapkan tolok ukur teknis dan metode pengujian untuk dua kategori dan lima jenis jaringan, baik dalam lingkungan intra-data center maupun lintas-data center. Evaluasi mencakup redundansi arsitektur, pemulihan gangguan, serta upaya pencegahan secara proaktif.
Dalam penelitian ilmiah, Qi Fazhi, Computing Center Director di Institute of High Energy Physics (IHEP), Chinese Academy of Sciences, mengatakan, penerapan Stellar AI Fabric meningkatkan efisiensi komputasi lebih dari 10%. Penyeimbangan beban di seluruh jaringan mengatasi ketimpangan trafik selama proses pelatihan sehingga lalu lintas data telemetri dalam jumlah besar dapat mengalir tanpa hambatan, serta mempercepat analisis sinyal dari luar angkasa.
Ke depan, Huawei akan terus berinvestasi dalam pengembangan jaringan pusat data cerdas bersama mitra global untuk mendorong kemajuan infrastruktur komputasi generasi berikutnya.
Sumber: prnasia.com
PR Newswire
Penafian: Artikel ini berasal dari pihak ketiga. Segala isi pemberitaan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak ketiga.
Reporter: PR Newswire
Penulis: PR Newswire
Editor: PR Newswire




















































