Setiap harinya Akcin melakukan setidaknya 200 push-up. (Foto: IG)
Syekh Ismet Akcin, seorang ulama di salah satu masjid di Baltimore, Amerika Serikat (AS), tidak hanya dikenal sebagai imam sholat, pengajar, dan pembimbing dzikir, tetapi juga dikenal dengan kebiasaanya yang selalu menjaga kebugaran tubuh secara konsisten.
Setiap harinya, Akcin melakukan setidaknya 200 push-up, bahkan terkadang lebih dari 500 dalam sehari. Selain push-up, ia juga menjalani berbagai latihan fisik lainnya, seperti latihan tinju dengan seribu pukulan per hari, sit-up, latihan beban di kantornya, serta berlari sejauh empat mil setiap sore setelah salat Ashar.
Tak hanya itu, ia juga aktif mendaki bersama masyarakat sekitar setiap hari Minggu, menjadikan olahraga sebagai bagian tak terpisahkan dari rutinitasnya. Baginya, kebugaran fisik adalah bagian dari gaya hidup yang sejalan dengan prinsip Islam, di mana tubuh yang sehat akan mendukung pikiran yang sehat.
Uniknya, selama bulan suci Ramadhan, kebiasaan ini semakin digalakkan. Setelah Sholat Tarawih berjamaah di Masjid Baltimore, jamaah diajak untuk melakukan push-up sembari berzikir.
Menurut Syekh Ismet Akcin, melakukan push-up sambil berzikir adalah salah satu bentuk sunah dalam Islam. Ia menekankan bahwa kebugaran fisik dengan mengingat Allah adalah sesuatu yang diperbolehkan, asalkan tidak dilakukan ketika sedang sholat. Ia juga menegaskan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan positif, seperti yang ia terapkan di Masjid Baltimore.
Dalam unggahan di akun Instagram resmi @islamicsocietyofbaltimore, Akcin berbagi kisah perjalanannya dalam dunia olahraga. Sejak muda, ia telah berlatih karate di berbagai negara, termasuk Belgia dan Turki.
"Ya, dulu berat badan saya 65 kilogram, dan sekarang mungkin sekitar 200 kilogram. Saya berlatih karate selama bertahun-tahun di Belgia dan Turki," ungkap Syekh Ismet Akcin.
Akcin berharap lebih banyak umat Muslim yang menyadari pentingnya menjaga kebugaran tubuh dengan cara yang tetap sesuai dengan ajaran Islam, salah satunya melalui latihan fisik yang diiringi dengan zikir.