Mobil Listrik Harga di Bawah Rp200 Juta Jadi Sorotan, Toyota: Belum Gantikan LCGC

4 weeks ago 15

 Belum Gantikan LCGC

BYD Atto 1 dipasarkan dengan harga di bawah Rp200 juta. (Foto: Erha/Okezone)

JAKARTA - Mobil listrik dengan harga di bawah Rp200 juta kini mulai mengisi pasar yang sebelumnya dihuni oleh LCGC (Low Cost Green Car) yang menyasar konsumen entry level. Namun, apakah kehadiran mobil listrik "murah" ini akan benar-benar menggusur LCGC?

Sorotan terkait isu ini mengemuka setelah BYD membuat gebrakan dengan meluncurkan Atto 1 dengan harga mulai Rp195 juta. Langkah ini mendorong Wuling ikut membanting harga mobil listrik mereka—seperti Air ev yang dijual Rp160 juta dan BinguoEV Rp195 juta, khusus di GIIAS 2025.

Melihat fenomena tersebut, PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai salah satu pemain di segmen LCGC memastikan konsumen yang disasar berbeda. Sehingga, mobil listrik dengan harga di bawah Rp200 juta tidak akan mengganggu pasar LCGC.

"Kalau ngomongin LCGC, dia bisa menggantikan LCGC atau nggak. Syaratnya apa, market-nya naik nggak? Karena LCGC tujuannya mengubah dari memiliki roda dua ke roda empat," kata Resha Kusuma Atmaja, Marketing Planning General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), di arena GIIAS 2025, ICE BSD City, Tangerang, Kamis (31/7/2025).

"Kalau dia tidak menaikkan market, nggak bisa disamakan menurut saya," lanjutnya.

Resha menuturkan bahwa pasar mobil listrik saat ini hanya berfokus di Pulau Jawa, khususnya di Jakarta. Sebab, ada kebijakan seperti bebas ganjil genap yang mempermudah mereka dalam beraktivitas.

"BEV kalau kita melihat dari market yang ada, persebaran di Indonesia masih berfokus ke central area, which is Jakarta. Ada dua kebijakan: gage dan yang kedua terkait dengan pajak. Jadi, kalau kita lihat ada perbedaan kebutuhan di wilayah central needs yang tidak mendapatkan dua kebijakan eksklusif tersebut," tuturnya.

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|