
Tren Fitness Bergeser ke Latihan Berbasis Performa (Foto: Freepik)
JAKARTA – Industri kebugaran dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya pusat kebugaran berlomba menghadirkan treadmill elektrik dengan layar besar dan fitur hiburan terintegrasi, kini fokus mulai bergeser pada efektivitas latihan serta peningkatan performa pengguna.
Perhatian tidak lagi terpusat pada kompleksitas teknologi, melainkan pada kualitas gerakan dan hasil latihan yang dicapai.
Salah satu perubahan mencolok terlihat dari meningkatnya penggunaan curved treadmill atau treadmill melengkung non-motorized di berbagai fasilitas kebugaran premium. Alat yang digerakkan sepenuhnya oleh tenaga pengguna tanpa motor listrik ini mulai menggantikan treadmill konvensional di sejumlah gym modern. Pergeseran tersebut mencerminkan perubahan pendekatan terhadap latihan kardio yang lebih menekankan kontrol dan efisiensi.
Treadmill elektrik selama ini dirancang untuk kemudahan penggunaan. Pengguna cukup menekan tombol dan mengikuti ritme mesin, sistem yang sesuai untuk latihan steady-state berdurasi panjang. Namun, seiring meningkatnya popularitas metode seperti high-intensity interval training (HIIT), functional training, dan performance-based workout, kebutuhan pasar ikut berkembang. Pengguna kini mencari perangkat yang mampu merespons gerakan secara cepat dan presisi.
Desain melengkung pada curved treadmill memungkinkan kecepatan diatur melalui posisi tubuh dan dorongan langkah. Ketika pengguna bergerak ke bagian depan kurva dan meningkatkan dorongan kaki, sabuk akan bergerak lebih cepat. Sebaliknya, saat posisi bergeser ke belakang, laju otomatis melambat. Respons tersebut terjadi secara real time tanpa tombol percepatan, sehingga pengalaman latihan berubah dari mengikuti mesin menjadi mengendalikan mesin.


















































