Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 20 Januari 2026 |15:07 WIB

Thomas Djiwandono Masuk Daftar Calon Deputi Gubernur BI, (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)
JAKARTA – Stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS menjadi sorotan menyusul kosongnya posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Calon pengganti diharapkan mampu memperkuat Rupiah sekaligus menghadapi berbagai tantangan moneter yang ada.
Pengamat Perbankan Trioksa Siahaan menekankan bahwa tantangan utama Deputi Gubernur BI ke depan adalah menjaga stabilitas, bahkan menurunkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.
Selain itu, menjaga stabilitas terhadap mata uang asing lainnya juga penting. Rupiah saat ini mengalami depresiasi dibanding dolar AS, Ringgit Malaysia, maupun dolar Singapura dan Australia.
“Di sisi lain, Deputi BI juga harus memastikan inflasi tetap rendah dan mendorong inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah,” ujar Trioksa, Selasa (20/1/2026).
Trioksa menekankan pentingnya analisis cepat, respons tepat, dan koordinasi dengan lembaga terkait, terutama dalam menghadapi ketidakpastian politik global yang semakin tinggi.
“Banyak langkah yang bisa dilakukan bank sentral, seperti intervensi pasar langsung dengan menyuplai dolar di pasar spot maupun forward, kewajiban eksportir menempatkan dolar di bank dalam negeri, hingga menawarkan imbal hasil menarik untuk surat berharga berdenominasi dolar domestik,” jelasnya.
Dia menambahkan, kapabilitas Deputi BI baru akan berkembang seiring waktu dan dalam pengambilan keputusan akan dirumuskan secara tim, dibantu oleh para ahli.

















































