Siap-Siap! Harga Emas Logam Mulia Diprediksi Naik Tembus Rp2.820.000 per Gram

4 hours ago 2

Anggie Ariesta , Jurnalis-Minggu, 18 Januari 2026 |13:54 WIB

Siap-Siap! Harga Emas Logam Mulia Diprediksi Naik Tembus Rp2.820.000 per Gram

Siap-Siap! Harga Emas Logam Mulia Diprediksi Naik Tembus Rp2.820.000 per Gram (Foto: Freepik)

JAKARTA - Harga emas dunia dan logam mulia domestik diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan pada pekan depan. Ketegangan geopolitik yang meluas serta memanasnya perang dagang global menjadi motor utama yang mendorong investor memburu aset aman (safe haven).

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia yang ditutup pada level USD4.595 memiliki ruang penguatan yang lebar menuju rekor baru. Sejalan dengan itu, harga logam mulia di dalam negeri diperkirakan bakal mengekor kenaikan tersebut.

"Resistance kedua kemungkinan besar akan mengalami penguatan untuk harga emas dunia di 4.706, dolar per troy ounce. Logam mulianya di Rp2.820.000 per gram. Ya ingat ada kemungkinan besar harga logam mulia itu di Rp2.820.000," ujar Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Ibrahim menggarisbawahi lima faktor utama yang akan menggerakkan pasar emas pekan depan. Penerapan bea masuk dumping Uni Eropa terhadap alumina China dan ancaman tarif 20 persen oleh AS terhadap Eropa terkait isu Greenland memicu ketidakpastian pasar.

Situasi Iran yang siaga perang serta serangan balasan Ukraina ke wilayah Rusia meningkatkan risiko global. Hadirnya kapal induk AS Abraham Lincoln di Timur Tengah menambah panas atmosfer geopolitik.

Bank sentral di berbagai kawasan, mulai dari China, India, hingga ASEAN, berlomba melakukan pembelian logam mulia secara masif sebagai cadangan di tengah kondisi "gawat".

Pemanggilan Jerome Powell oleh otoritas hukum AS dan spekulasi penurunan suku bunga menjelang masa pensiunnya terus membayangi pergerakan dolar.

Nilai tukar rupiah yang terus tertekan membuat harga beli logam mulia di pasar domestik menjadi lebih mahal.

Meskipun tren utama cenderung menguat, Ibrahim tetap memetakan area support sebagai langkah mitigasi jika terjadi koreksi teknis.

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|