Rupiah Nyaris Rp17.000, Purbaya: Dampak ke Ekonomi Masih Minim

4 hours ago 1

 Dampak ke Ekonomi Masih Minim

Nilai tukar Rupiah melemah tipis ke Rp16.956 per dolar AS, atau turun sekitar 0,01% (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Nilai tukar Rupiah melemah tipis ke Rp16.956 per dolar AS, atau turun sekitar 0,01%. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai depresiasi mata uang Garuda masih wajar secara persentase dan belum berdampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Purbaya menekankan bahwa sistem keuangan Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang terjaga dengan baik.

“Kalau pelemahan kan dilihat dari persentase, sedikit dibanding level sebelumnya. Jadi seharusnya sistem kita terjaga, sehingga kemungkinan dampak ke ekonomi akan minimal,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026).

Menkeu menjelaskan bahwa pelemahan Rupiah sekitar 2–3 persen secara year-to-date (YTD) masih sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi. Ia menyoroti fenomena di pasar modal di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tetap menguat, yang mengindikasikan bahwa kepercayaan investor dan arus modal asing masih terus mengalir ke Indonesia.

“Yang penting adalah ketika pondasi ekonomi kita terus membaik, aktivitas ekonomi dalam negeri akan meningkat. Orang akan melihat ekonomi kita bagus, investor akan kembali ke sini, termasuk investor asing. Anda lihat pasar modal kan naik? Pasar modal tidak mungkin naik jika tidak ada investor asing atau domestik yang masuk,” jelasnya.

Dari sisi ketersediaan valuta asing, Purbaya memastikan pasokan dolar AS di pasar domestik masih mencukupi.

“Seharusnya jika dilihat dari sisi supply dolar, tidak ada kekurangan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga mengimbau para pelaku pasar agar tidak melakukan spekulasi berlebihan di tengah pergerakan nilai tukar yang cenderung menjauhi nilai fundamentalnya.

“Jadi untuk para spekulator, jangan terlalu mengambil posisi yang terlalu long,” tegas Purbaya.

Bagi pelaku usaha, khususnya importir, Menkeu menilai tingkat pelemahan saat ini masih berada dalam ambang batas yang dapat dikelola.

“Ini berapa persen Rupiah melemah dibanding sebelumnya? Year-to-date 2–3 persen. Jika Anda importir, ada kenaikan 2–3 persen, masih bisa dikendalikan, saya pikir masih bisa,” ujarnya.

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|