Ratusan Staf Desak Kepala HAM PBB Sebut Perang Gaza sebagai Genosida (Ilustrasi/Reuters)
GENEWA - Ratusan staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) Volker Turk telah menulis surat untuk memintanya menjelaskan secara eksplisit bahwa perang Gaza sebagai genosida yang sedang berlangsung.
Surat yang dikirim pada Rabu menyatakan, staf menganggap kriteria hukum untuk genosida dalam perang Israel-Hamas yang berlangsung hampir dua tahun di Gaza telah terpenuhi. Ini dengan menyebutkan skala, cakupan, dan sifat pelanggaran yang terdokumentasi di sana.
"OHCHR memiliki tanggung jawab hukum dan moral yang kuat untuk mengecam tindakan genosida," demikian bunyi surat yang ditandatangani Komite Staf atas nama lebih dari 500 karyawan, melansir Reuters, Sabtu (30/8/2025).
Mereka meminta Turk mengambil "sikap yang jelas dan terbuka."
"Kegagalan untuk mengecam genosida yang sedang berlangsung merusak kredibilitas PBB dan sistem hak asasi manusia itu sendiri," katanya.
Pernyataan tersebut mengutip anggapan kegagalan moral badan internasional tersebut karena tidak berbuat lebih banyak untuk menghentikan genosida Rwanda tahun 1994 yang menewaskan lebih dari 1 juta orang.
Turk mendapat dukungan penuh dan tanpa syarat dari Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.
"Pelabelan suatu peristiwa sebagai genosida bergantung pada otoritas hukum yang berwenang," katanya.