
Petenis asal Kanada, Leylah Fernandez. (Foto: Instagram/leylahannietennis)
MELBOURNE – Tantangan besar menanti petenis tunggal putri Indonesia, Janice Tjen, di babak pertama Australian Open 2026. Berdasarkan jadwal yang dirilis, Janice yang kini menduduki peringkat 56 dunia akan menantang unggulan asal Kanada, Leylah Annie Fernandez, di Melbourne Park pada Senin (19/1/2026).
1. Jejak Karier sang Spesialis Lapangan Keras
Leylah Fernandez bukanlah nama sembarangan di jagat tenis dunia. Petenis kelahiran Montreal, 6 September 2002 ini sempat mengguncang dunia saat baru berusia 19 tahun dengan menembus final US Open 2021.
Dalam perjalanannya saat itu, Leylah Fernandez menumbangkan raksasa seperti Naomi Osaka dan Aryna Sabalenka sebelum akhirnya kalah dari Emma Raducanu. Prestasi tersebut membawanya hingga ke peringkat 13 dunia pada Agustus 2022.
Petenis yang mengidolakan Real Madrid dan Manchester City ini dikenal sangat tangguh di permukaan lapangan keras (hard court). Sepanjang tahun 2025 saja, Leylah sukses mengoleksi dua gelar bergengsi di lapangan keras, yakni Washington Open (WTA 500) dan Japan Open (WTA 250).
Selain karier individu, Leylah merupakan sosok kunci yang membawa Kanada meraih gelar juara Billie Jean King Cup untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pada tahun 2023.
Petenis asal Kanada, Leylah Fernandez. (Foto: Instagram/leylahannietennis)
2. Misi Pembuktian di Tengah Performa yang Menurun
Meskipun memiliki catatan mentereng dengan 5 gelar tunggal WTA, Leylah Fernandez mengawali musim 2026 dengan hasil yang kurang memuaskan. Sebelum tiba di Melbourne, ia menelan kekalahan beruntun di Brisbane International melawan Dayana Yastremska dan tumbang dua set langsung dari Diana Shnaider di Adelaide International.















































