Produksi Batu Bara Dipangkas, Pasokan Listrik di RI Aman?

4 hours ago 1

Tangguh Yudha , Jurnalis-Senin, 02 Maret 2026 |20:11 WIB

Produksi Batu Bara Dipangkas, Pasokan Listrik di RI Aman?

Produksi Batu Bara Dipangkas, Pasokan Listrik di RI Aman? (Foto: PLN EPI)

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengingatkan adanya efek samping dari pemangkasan produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Kebijakan pemangkasan produksi di tengah peningkatan porsi Domestic Market Obligation (DMO) dapat memicu tekanan pada sistem kelistrikan dalam negeri.

"Di Apindo kita khawatirkan malah bukan hanya produksi ini bisa berdampak kepada kelancaran pasokan kelistrikan dalam negeri, bahkan Asosiasi Produsen Listrik Swasta Indonesia (APLSI) juga sudah menyampaikan kekhawatirannya," kata Ketua Komite Pertambangan Minerba Apindo Hendra Sinadia di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, produksi batu bara yang sebelumnya berkisar 400-600 juta ton kini dikabarkan mengalami pemangkasan signifikan. Sementara itu, kebutuhan domestik terus meningkat.

Dia menyebut pada tahun lalu, konsumsi batu bara dalam negeri tercatat sekitar 254 juta ton dan diperkirakan naik menjadi 260–270 juta ton pada tahun ini.

Hendra mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima, persetujuan RKAB hingga saat ini masih terbatas dan disebut-sebut baru berada di bawah angka 600 juta ton. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan persoalan dalam menjamin pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik.

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|