OJK Ungkap Kondisi Sektor Jasa Keuangan RI: Singgung China, AS hingga Venezuela

19 hours ago 2

Anggie Ariesta , Jurnalis-Jum'at, 09 Januari 2026 |10:41 WIB

 Singgung China, AS hingga Venezuela

OJK Ungkap Kondisi Sektor Jasa Keuangan RI: Singgung China, AS hingga Venezuela (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menegaskan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap berada dalam kondisi terjaga hingga penghujung tahun 2025.

Mahendra menyoroti adanya perbaikan ekonomi global, meskipun terdapat divergensi kebijakan bank sentral dunia dan tantangan di China. 

Di Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi tercatat solid di angka 4,3 persen pada kuartal ketiga 2025, yang memicu bank sentral AS (The Fed) dan Bank of England untuk mengambil langkah akomodatif melalui pemangkasan suku bunga.

"Perkembangan-perkembangan ini mendorong sejumlah bank sentral kembali menempuh kebijakan akomodatifnya. Federal Reserve, Bank Sentral Amerika Serikat, memangkas Federal Fund Rate atau FFR, dan Bank of England, bank sentral di Inggris, di Desember 2025 juga kembali memangkas suku bunga acuan," ujar Mahendra dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember yang dilaksanakan, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Dirinya juga memberikan catatan mengenai kebijakan berlawanan dari Bank Sentral Jepang (BoJ) yang menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade, yang memicu berakhirnya aktivitas carry trade dan mempengaruhi pasar obligasi global. 

Selain itu, OJK mencermati dinamika geopolitik awal tahun 2026, khususnya di Venezuela, yang berpotensi berdampak pada pasar keuangan.

Di sisi domestik, Mahendra menyampaikan bahwa OJK terus memperkuat struktur organisasi untuk mendukung ekonomi inklusif. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembentukan departemen baru untuk memperluas akses pembiayaan.

"OJK telah membentuk Departemen Pengaturan dan Pengembangan UMKM dan Keuangan Syariah yang bertujuan memperkuat akses pembiayaan UMKM serta pengembangan ekosistem keuangan syariah yang terintegrasi," jelasnya.

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|