Microsoft Pecat 4 Karyawan karena Protes soal Israel

8 hours ago 4

Microsoft Pecat 4 Karyawan karena Protes soal Israel

Microsoft Pecat 4 Karyawan karena Protes soal Israel (Ilustrasi/Reuters)

WASHINGTON - Perusahaan teknologi Microsoft memecat 4 karyawannya karena demo menentang hubungan perusahaan dengan Israel. Dua dari orang yang dipecat juga ikut serta dalam aksi duduk di kantor presiden Microsoft. 

1. Karyawan Microsoft Dipecat Gara-Gara Protes Israel

Kelompok protes No Azure for Apartheid mengungkapkan, Anna Hattle dan Riki Fameli menerima pesan suara yang memberi tahu bahwa mereka dipecat, melansir Reuters, Sabtu (30/8/2025).

Mereka menambahkan, dua karyawan lainnya, Nisreen Jaradat dan Julius Shan, juga dipecat. Mereka termasuk di antara para pengunjuk rasa yang baru-baru ini mendirikan tenda di kantor pusat Microsoft.

Microsoft mengatakan, pemecatan itu menyusul pelanggaran serius terhadap kebijakan perusahaan. Dalam pernyataannya, mereka mengatakan demonstrasi di lokasi kerja baru-baru ini telah "menimbulkan masalah keamanan yang signifikan." 

No Azure for Apartheid, yang namanya merujuk pada perangkat lunak Azure milik Microsoft, telah menuntut perusahaan tersebut untuk memutuskan hubungan dengan Israel dan membayar ganti rugi kepada warga Palestina.

"Kami di sini karena Microsoft terus menyediakan alat yang dibutuhkan Israel untuk melakukan genosida sambil melakukan gaslighting dan menyesatkan para pekerjanya sendiri tentang kenyataan ini," kata Hattle dalam sebuah pernyataan.

Hattle dan Fameli termasuk di antara tujuh pengunjuk rasa yang ditangkap pada Selasa setelah menduduki kantor Presiden perusahaan, Brad Smith. Lima lainnya adalah mantan karyawan Microsoft dan orang-orang di luar perusahaan.

Smith mengatakan Microsoft menghormati "kebebasan berekspresi yang dinikmati setiap orang di negara ini selama mereka melakukannya secara sah."

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|