Menag: Indonesia Raih Tingkat Harmoni Tertinggi Sepanjang Sejarah!

19 hours ago 4

 Indonesia Raih Tingkat Harmoni Tertinggi Sepanjang Sejarah!

Menteri Agama, Nasaruddin Umar/Okezone

JAKARTA – Pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa merawat toleransi serta kerukunan umat beragama. Pasalnya, Indonesia saat ini berada pada tingkat harmoni tertinggi sepanjang sejarah.

Demikian diungkapkan Menteri Agama, Nasaruddin Umar dalam acara Malam Anugerah Harmony Award Tahun 2025 di Jakarta.

‘’Data yang kita peroleh sepanjang sejarah, kita sekarang ini berada pada tahun indeks harmoni tertinggi dalam sepanjang sejarah Indonesia," ujar Nasaruddin, dikutip, Sabtu (29/11/2025).

Pencapaian harmoni Indonesia ini kata dia tidak terlepas dari kemampuan masyarakat menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan.

“Kita harus bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tidak mungkin terwujud kerukunan tanpa harmoni, dan harmoni itu tidak mungkin hadir tanpa kesediaan kita menerima orang lain,” tuturnya.

Nasaruddin menjelaskan, toleransi beragama tak berarti menyamakan hal berbeda atau membedakan sesuatu yang sama. Oleh karena itu dia menekankan, bahwa toleransi adalah kemampuan menjalin kedekatan di tengah perbedaan sekaligus persamaan.

Dia mengungkapkan ada  enam agama yang diakui negar, yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu datang dari luar Indonesia.

‘’Karena itu, diperlukan proses "pengindonesiaan" tanpa mengubah substansi ajaran. Ini sudah berhasil kita lakukan, sehingga terwujud Indonesia sejati dengan simbol Bhinneka Tunggal Ika,” kata Nasaruddin.

menag

Keberhasilan ini turut membentuk karakter masyarakat beragama yang tetap berpegang pada keyakinan, namun sekaligus mampu menjadi seratus persen Indonesia.

Nasaruddin menegaskan, pengarifan lokal terhadap ajaran agama perlu terus dikembangkan tanpa melanggar inti ajaran.

“Indahnya Indonesia terletak pada kemampuan kita meramu nilai agama dengan kearifan lokal,” ucapnya.

Nasaruddin juga menyebut keberhasilan Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) sebagai bukti pentingnya kolaborasi lintas budaya dan lintas agama dalam menjaga stabilitas sosial.

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|