Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam tim MBKM Sport Clinic hadir merangkul institusi pendidikan untuk membawa solusi pencegahan yang komprehensif. (Dok. Universitas Sebelas Maret (UNS))
ANTUSIASME berolahraga di kalangan pelajar saat ini tumbuh begitu pesat, sejalan dengan kesadaran akan pentingnya gaya hidup aktif.
Namun, semangat tinggi ini kerap kali tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai keselamatan fisik.
Insiden di lapangan—mulai dari kram otot, terkilir, hingga cedera ligamen—masih sering menjadi momok yang menghentikan aktivitas para atlet muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat, cedera ringan sekalipun bisa berdampak buruk pada kesehatan mobilitas mereka di masa depan.
Menjawab urgensi edukasi keselamatan sejak dini tersebut, Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam tim MBKM Sport Clinic hadir merangkul institusi pendidikan untuk membawa solusi pencegahan yang komprehensif.
Tim mahasiswa ini merupakan representasi dari Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), salah satu program sarjana unggulan di Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS yang telah berdiri sejak 11 Juli 1996.
Berlokasi strategis di Kampus Manahan Surakarta dengan fasilitas olahraga modern yang terintegrasi, PJKR FKOR UNS menjadi pilihan utama pencetak tenaga pendidik dan ahli olahraga berprestasi nasional hingga internasional.
Melalui kombinasi pembelajaran teori di kelas, praktik lapangan, dan kegiatan MBKM yang dikelola dengan standar mutu tata pamong PPEPP, para mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat dengan membawa visi utama: Friendship, Solidarity, dan Fairplay.
Melalui inisiatif strategis yang didukung oleh program Hibah Pembelajaran Berdampak, kelompok mahasiswa berprestasi ini turun langsung ke sekolah-sekolah. Menjadikan SMP Negeri 2 Polokarto sebagai mitra, mereka menggelar program edukatif bertajuk “Penanganan dan Pencegahan Cedera Olahraga.”
Kehadiran tim klinik olahraga dari kampus ternama ini memberikan pendekatan baru dalam budaya kebugaran di sekolah.
Mereka tidak sekadar berteori di dalam kelas, namun mengajak para siswa untuk melakukan simulasi dan praktik penanganan awal yang interaktif.
Dampak positif dari inovasi layanan edukasi ini langsung dirasakan oleh pihak sekolah dan siswa. Para pelajar kini dibekali pengetahuan krusial tentang pentingnya pemanasan yang spesifik, teknik pendinginan, hingga langkah pertolongan pertama mandiri segera setelah cedera terjadi.
Dengan intervensi pendampingan yang dirancang secara matang ini, MBKM Sport Clinic berhasil meletakkan fondasi yang kuat bagi terciptanya budaya berolahraga yang jauh lebih aman, sehat, dan terukur.
Fokus utama inovasi MBKM Sport Clinic adalah memberikan perlindungan preventif sekaligus tindakan kuratif yang tepat guna di masyarakat. Kami percaya, pengetahuan tentang anatomi dasar dan penanganan cedera adalah bekal penting bagi setiap pelajar yang aktif bergerak.
Melalui edukasi di tingkat SMP ini, kami berkomitmen untuk mencegah risiko cedera olahraga yang fatal sekaligus mencetak generasi muda yang mandiri dalam menjaga kebugaran tubuhnya.
Keunggulan kompetensi tim MBKM Sport Clinic ini lahir dari Program Studi S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR), yang merupakan salah satu program sarjana unggulan di Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS).
PJKR FKOR UNS sendiri berfokus pada pendidikan dan pengembangan tenaga pendidik di bidang pendidikan jasmani, keilmuan olahraga, kesehatan, dan rekreasi dengan landasan visi Friendship, Solidarity, dan Fairplay.
Resmi berdiri sejak 11 Juli 1996, prodi ini menempati posisi strategis di Kampus Manahan UNS, pusat kota Surakarta, Jawa Tengah.
Berada dalam satu kawasan dengan Stadion Manahan Solo, kampus ini menyediakan fasilitas olahraga yang sangat lengkap dan modern.
Tak heran jika PJKR FKOR UNS menjadi pilihan utama karir keolahragaan dan berhasil menghasilkan berbagai prestasi sukses di tingkat nasional hingga internasional.
Di prodi ini, mahasiswa belajar lewat kombinasi kuliah teori, praktik lapangan, serta ragam kegiatan MBKM seperti magang di sekolah, pertukaran mahasiswa, hingga KKN Tendik.
Seluruh tata pamong program studi diatur secara akuntabel berbasis prinsip PPEPP (Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) yang selaras dengan kebijakan Peraturan Rektor UNS No. 19 Tahun 2024.
Inisiatif dari MBKM Sport Clinic ini menjadi standar baru bagaimana edukasi olahraga seharusnya diterapkan di lingkungan sekolah. Apakah institusi pendidikan, klub, atau komunitas Anda ingin mengadopsi sistem keselamatan jasmani yang lebih unggul? Lindungi aset masa depan Anda dan pastikan kegiatan olahraga berjalan aman.
Dapatkan informasi lebih lanjut dan undang layanan pendampingan dari tim ahli MBKM Sport Clinic Universitas Sebelas Maret sekarang juga melalui kanal resmi institusi.****




















































