
Esteban Vizcarra saat masih bermain untuk Persib Bandung. (Foto: Instagram/este_vizcarra)
KISAH mualaf mantan pemain Persib Bandung, Esteban Vizcarra yang menemukan kedamaian dalam Islam menarik untuk dibahas. Pria yang bernama lengkap Esteban Gabriel Vizcarra bukan sekadar nama asing yang mampir di sepak bola Tanah Air.
Gelandang serang kelahiran Argentina, 11 April 1986 ini, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Liga Indonesia sejak kedatangannya pada 2009. Namun, di balik karier panjangnya yang membentang dari Pelita Jaya, Semen Padang, Arema FC, Persib Bandung, hingga PSIS Semarang, tersimpan perjalanan batin yang membawa sang pemain menemukan keyakinan baru.
Kini, di usia senjanya, Vizcarra yang membela PSIS Semarang di babak Championship 2026, tetap dikenal sebagai sosok yang matang secara spiritual dan profesional.
1. Cinta dan Hidayah di Ranah Minang
Titik balik kehidupan seorang Esteban Vizcarra dimulai saat ia membela Semen Padang pada periode 2010-2015. Di kota Padang, ia tidak hanya menemukan puncak performa dengan mencetak 26 gol dan meraih trofi Liga Primer Indonesia 2011-2012, tetapi juga menemukan tambatan hati, seorang perempuan bernama Resti Ayu Ferdina.
Esteban Vizcarra
Ketertarikannya pada Islam mulai tumbuh seiring kedekatannya dengan lingkungan budaya di Sumatera Barat. Pada tahun 2012, Vizcarra akhirnya mantap mengambil keputusan besar untuk memeluk agama Islam.
Langkah menjadi mualaf ini ia jalani sebelum resmi meminang sang pujaan hati. Dari pernikahan tersebut, kedamaian hidup Vizcarra semakin lengkap dengan kehadiran putra mereka, Alex Norman Vizcarra.


















































