
Kevin Diks saat masih bermain untuk Fiorentina. (Foto: X/acffiorentina)
JERMAN – Bek andalan Timnas Indonesia, Kevin Diks, membuka suara mengenai memori masa lalunya saat merumput di Liga Italia bersama Fiorentina. Walaupun harus melewati periode yang penuh tantangan dan minim menit bermain, pemain yang kini berkarier di Bundesliga tersebut tetap memandang masa-masa di Florence sebagai bagian penting dalam pendewasaan kariernya.
Diks merapat ke Fiorentina dari Vitesse pada musim panas 2016 dengan ikatan kontrak jangka panjang berdurasi lima tahun. Namun, ekspektasi besar yang menyertai kepindahannya ke Stadion Artemio Franchi ternyata tidak berjalan sesuai rencana semula.
1. Fase Sulit dan Rentetan Masa Peminjaman
Dapat dikatakan, perjalanan Diks di Fiorentina menjadi salah satu fase tersulit dalam karier profesionalnya. Bek berusia 29 tahun itu kesulitan menembus tim utama yang kompetitif dan tercatat hanya mengoleksi dua penampilan resmi bersama skuad La Viola.
Kondisi tersebut memaksa Diks harus sering berpindah klub dengan status pinjaman demi mendapatkan jam terbang reguler. Selama masa kontraknya, Fiorentina meminjamkan sang pemain ke sejumlah klub seperti Vitesse, Feyenoord, Empoli, hingga Aarhus, sebelum akhirnya ia benar-benar dilepas secara permanen ke FC Copenhagen.
Kevin Diks. (Foto: X/acffiorentina)
2. Pengalaman Luar Negeri Pertama
Meski terasa pahit, Diks mengaku tetap memetik banyak pelajaran berharga dan hal indah selama berada di Fiorentina. Hal ini dikarenakan klub Italia tersebut merupakan pelabuhan pertamanya saat memutuskan untuk merantau keluar dari Belanda.
“Saya mengalami banyak hal indah di sana dan itu juga merupakan pengalaman pertama saya bermain di luar negeri,” kata Diks, dikutip dari Gianluca Di Marzio, Kamis (1/1/2026).


















































