Kisah Hee/Gloria di German Open 2026, Perjalanan Hebat yang Berakhir Anti-Klimaks

6 hours ago 13

Kisah Hee/Gloria di German Open 2026, Perjalanan Hebat yang Berakhir Anti-Klimaks

Ganda campuran Singapura-Indonesia, Terry Hee/Gloria Emanuelle Widjaja. (Foto: Instagram/sgbadminton)

LANGKAH impresif pasangan ganda campuran Singapura-Indonesia, Hee Yong Kai Terry/Gloria Emanuelle Widjaja, akhirnya menemui titik henti di babak semifinal German Open 2026, Sabtu 28 Februari 2026 lalu. Setelah tampil perkasa dengan menumbangkan deretan pemain unggulan di babak sebelumnya, performa mereka justru meredup di saat krusial.

Duel melawan wakil Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch, di semifinal German Open 2026 menjadi antiklimaks bagi pasangan ini setelah takluk dua gim langsung, dengan 19-21 dan 16-21.

1. Terjebak Tekanan

Padahal, bekal Hee/Gloria menuju semifinal terbilang sangat meyakinkan. Mereka sempat mencuri perhatian dunia bulu tangkis dengan menyingkirkan raksasa Denmark peringkat sembilan dunia, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, serta pasangan kuat Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie.

Namun, performa eksplosif itu mendadak hilang saat menghadapi Vestergaard/Busch. Gloria Emanuelle Widjaja mengakui bahwa mereka tidak mampu tampil lepas sebagaimana biasanya.

Terry Hee/Gloria Emanuelle Widjaja. (Foto: Instagram/sgbadminton) Terry Hee/Gloria Emanuelle Widjaja. (Foto: Instagram/sgbadminton)

 "Dibanding hari-hari sebelumnya, hari ini kami sedikit kurang enjoy dan kurang lepas. Dari awal sampai akhir, kami tidak benar-benar bisa keluar dari tekanan," ungkap Gloria melalui keterangan resmi tim Humas dan Media PP PBSI, dikutip Rabu (4/3/2026).

“Kami sudah berusaha maksimal, tetapi tetap terasa ada pressure yang membuat permainan kami tidak berkembang. Mungkin itu yang paling saya rasakan hari ini, kami kurang bisa menikmati pertandingan seperti sebelumnya,” tambahnya.

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|