Bagas Abdiel
, Jurnalis-Minggu, 18 Januari 2026 |12:16 WIB

Ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya. (Foto: PBSI)
JAKARTA – Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana, menyimpan cerita dramatis di balik kenaikan performa mereka yang pesat. Siapa sangka, pasangan yang kini mulai diperhitungkan ini nyaris dibubarkan oleh pelatih setelah hasil minor di awal kerja sama mereka, sebelum akhirnya bangkit dan membuktikan kualitas di kancah internasional.
1. Titik Balik di Al Ain Masters
Dejan mengungkapkan, titik krusial itu terjadi sebelum mereka tampil di Al Ain Masters 2025 pada akhir September 2025, yang kala itu justru berujung manis dengan gelar juara. Performa mereka di dua turnamen sebelum Al Ain Masters 2025, yakni 16 besar Vietnam Open dan 32 besar Indonesia Masters I, dianggap kurang memuaskan.
Selain hasil yang tidak maksimal, chemistry di lapangan juga belum terbentuk dengan baik. Bahkan, pelatih sempat menyampaikan bahwa Al Ain Masters 2025 akan menjadi turnamen terakhir mereka sebagai pasangan.
"Justru saya enggak punya ekspektasi lebih karena di Al Ain Masters pas pertama kali juara itu seharusnya itu pertandingan terakhir saya dengan Bernadine," ujar Dejan di Pelatnas PBSI Cipayung, dikutip Minggu (18/1/2026).
Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana (Foto: X/@INABadminton)
"Karena kita tahu di pertandingan sebelum itu kan kurang bagus. Secara main juga belum nyambung. Di Al Ain Masters itu pelatih sudah bilang, itu pertandingan terakhir, entah mau dipecah atau bagaimana," lanjutnya.
Meski berada di ambang perpisahan, Dejan dan Bernadine memilih untuk tidak menyerah. Keduanya sepakat untuk terus berusaha dan mencari pola permainan yang tepat.
"Cuma saya dan Bernadine enggak menyerah. Kami tetap berusaha, saya pun main dengan Bernadine untuk ketemu polanya seperti apa," kata Dejan.

















































