Rani Hardjanti
, Jurnalis-Minggu, 11 Januari 2026 |16:05 WIB

Kasus Super Flu Merebak, Ini 9 Fakta yang Perlu Diketahui. (Foto: Freepik)
JAKARTA - Kasus Super Flu ramai diperbincangkan. Apalagi saat ini tengah musim sakit flu dan batuk di tambah pengalaman wabah Covid-19 masih membekas.
Situasi itu membuat banyak kalangan waswas, apalagi yang memiliki anak kecil, penderita penyakit jantung dan para lansia yang disebut-sebut rentan terjangkit Super Flu. Tapi bagaimanakah yang sebenarnya? Berikut seperti dirangkum Okezone dari data Kementerian Kesehatan, Minggu (11/1/2026).
1. Cikal Bakal Super Flu
Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025 dan hingga kini telah dilaporkan di lebih dari 80 negara.
2. Gejala yang Perlu Diketahui
Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.
3. Peningkatan Kasus di Amerika
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa secara global peningkatan kasus influenza A(H3) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak minggu ke-40 tahun 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.
4. Penyebaran di Asia
Di kawasan Asia, subclade K telah dilaporkan di sejumlah negara, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand sejak Juli 2025. Meskipun influenza A(H3) menjadi varian dominan, tren kasus influenza di negara-negara tersebut menunjukkan penurunan dalam dua bulan terakhir.
5. Perkembangan di Indonesia
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkap situasi influenza A (H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.

















































