Hasto: Hidup Butuh Gemblengan agar Keluar Pamor!

3 hours ago 1

 Hidup Butuh Gemblengan agar Keluar Pamor!

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

JAKARTA – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan, bahwa kelahiran paguyuban Senapati Nusantara berakar pada pesan Bung Karno tentang bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Hal itu diungkapkannya saat membuka secara resmi Rapat Kerja Agung di Pendapa Kridha Manunggal Budaya, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (18/1/2026).

‘’Semangat inilah yang harus terus hidup dalam upaya pelestarian Tosan Aji. Hasto merujuk pada kisah pewayangan Bima mencari Banyu Perwitosari dan perjuangan Pangeran Diponegoro,’’ kata Hasto.

Dimana kata Hasto, dalam perjalanan Bima yang digembleng melalui berbagai rintangan hingga menemukan hakikat “Manunggaling Kawula Gusti” dengan laku para empu dan pelestari Tosan Aji.

“Cerita ini relevan dengan Tosan Aji. Karena jalan ksatria itu adalah jalan penuh gemblengan lahir batin, ilmu kalakone kanthi laku,” ucapnya.

Dia mengatakan, sebagaimana Bima digembleng keyakinan dan perjuangan melawan hawa nafsu, para pelestari budaya juga melalui proses penggemblengan untuk menemukan esensi dan pamor, baik dalam hidup maupun dalam karya.

Menurutnya, Tosan Aji bukan sekadar benda pusaka. Proses penemuannya, di mana berbagai elemen logam digembleng menjadi satu hingga muncul pamor, adalah metafora kehidupan.

“Siapapun yang akan menjadi orang, maka hidupnya juga melalui gemblengan-gemblengan itu agar keluar pamornya,” ujarnya.

Terkait tema ‘Melestarikan Tradisi’, Hasto menolak anggapan bahwa pelestarian bertentangan dengan pengembangan. Justru, di dalam pelestarian terkandung konsep pengembangan (sense of development). Kekuatan suatu organisasi atau bangsa untuk bertahan lama, terletak pada ideologi yang melandasinya.

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|