
FIM mengubah aturan di MotoGP 2026 yang bisa merugikan para rider termasuk Marc Marquez (Foto: X/@MotoGP)
FIM mengubah aturan soal pembalap diperbolehkan bergabung lagi ke sirkuit jika terjatuh pada MotoGP 2026. Hal ini berpotensi merugikan para rider termasuk Marc Marquez.
Selama ini, jika seorang pembalap terjatuh dan mesin motornya mati, mereka diizinkan restart di gravel atau area run-off. Hal ini dilakukan guna menghemat waktu entah dalam sesi latihan, kualifikasi, atau lomba.
1. Menciptakan Situasi Berbahaya

Namun, situasi itu berpotensi menciptakan bahaya tersendiri buat pembalap dan juga petugas seperti marshal. Sebab, mereka jadi terlibat dalam sesi aktif dan bisa sewaktu-waktu jadi korban kecelakaan lain.
Karena itu, FIM mengubah aturan mulai MotoGP 2026. Para pembalap tidak lagi diizinkan menyalakan ulang mesin motornya di area run-off jika melebar atau jatuh.
Percobaan restart baru boleh dilakukan di belakang pagar pembatas di area service road. Singkatnya, mesin motor wajib dinyalakan di area yang aman.
“Setelah terjatuh atau masalah teknis, motor yang mesinnya mati di trek atau area run-off harus dibawa secepatnya ke garis pertama perlindungan (pagar pembatas) oleh marshal,” bunyi pernyataan resmi FIM, dikutip dari Crash, Selasa (13/1/2026).
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya


















































