Cikal Bintang
, Jurnalis-Minggu, 11 Januari 2026 |11:29 WIB

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. (Foto: PBSI)
KUALA LUMPUR – Langkah ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, harus terhenti di babak semifinal Malaysia Open 2026 setelah takluk dari pasangan tuan rumah, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Menanggapi kegagalan tersebut, Fajar Alfian membeberkan sejumlah faktor krusial yang membuat ganda putra andalan Malaysia itu tampil begitu dominan dan sulit ditundukkan.
Pertandingan tersebut digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 10 Januari 2026 kemarin. Laga berjalan ketat sejak gim pertama, tetapi Fajar/Fikri akhirnya harus mengakui kekalahan dua gim langsung dengan skor 21-23 dan 18-21.
Menurut Fajar, faktor utama kemenangan duet Malaysia itu adalah dukungan luar biasa dari suporter. Fajar mengatakan, kepercayaan diri Aaron/Soh meningkat seiring dengan sorak-sorai para pendukungnya di Axiata Arena.
1. Pengaruh Atmosfer Kandang Lawan
"Mereka tampil luar biasa di depan pendukung yang sangat luar biasa di Axiata Arena ini. Dari gim pertama dan gim kedua kami sempat unggul tapi mereka bisa membalikkan keadaan, mereka sangat percaya diri bermain di sini," kata Fajar dikutip dari rilis resmi PBSI, Minggu (11/1/2026).
Fajar Alfian/Shohibul Fikri. (Foto: PBSI)
"Dan beberapa kali ada lucky ball buat mereka sebagai faktor pembeda. Tapi di luar itu semua, kami juga harus meningkatkan lagi kemampuan kami," tambahnya.
Fajar berharap, atmosfer seperti ini bisa ditiru oleh suporter Indonesia di turnamen lainnya. Terdekat, Indonesia akan menjadi tuan rumah Indonesia Masters di Istora Senayan, Jakarta pada 20–26 Januari 2026 mendatang.
"Atmosfer Axiata Arena sangat luar biasa sejak hari pertama sampai hari ini untuk mendukung wakil-wakil Malaysia. Kami juga berharap hal yang sama dua minggu depan di Istora untuk mendukung penuh wakil-wakil Indonesia," sambung Fajar.


















































