Didukung BRI, Ini Kisah Kebab Endul dari Rumahan hingga Perluas Pasar

3 hours ago 1

Didukung BRI, Ini Kisah Kebab Endul dari Rumahan hingga Perluas Pasar

Didukung BRI, Ini Kisah Kebab Endul dari Rumahan hingga Perluas Pasar (Foto: BRI)

JAKARTA - Kebab Endul merupakan usaha food & beverages berlokasi di Kota Bekasi, Jawa Barat, yang berdiri sejak 2020 dan berfokus pada produk frozen food.

Produk yang dipasarkan mencakup kebab mini, kebab daging, serta kebab bandeng tanpa duri berbasis ikan lokal yang tinggi protein, dengan varian seperti kebab keju, kebab ayam, dan kebab rendang.

Selain kebab frozen, Kebab Endul juga mengembangkan produk lain seperti tahu bakso dengan aneka topping. Ragam produk tersebut dikembangkan untuk menyasar kebutuhan keluarga, termasuk anak-anak, dengan model penjualan hybrid melalui outlet EnduLicious Kebab, pameran, suplai HORECA, suplai ke toko frozen dan kemitraan, serta kanal online melalui marketplace, jaringan reseller, dan media sosial.

Pemilik Kebab Endul Aisyah Ratna Wulandari mengatakan, usaha ini berawal dari kebutuhan menyiapkan camilan sehat dan bekal praktis untuk keluarga pada masa pandemi tahun 2020, sebelum berkembang dari produksi rumahan menjadi usaha dengan jaringan reseller dan kemitraan di beberapa kota.

“Saya memulai usaha Kebab Frozen Endul dari dapur rumah saat pandemi. Waktu itu, banyak ibu rumah tangga dan ibu pekerja kesulitan menyiapkan camilan dan bekal praktis untuk keluarga. Dari situ saya melihat peluang untuk menghadirkan kebab frozen yang praktis, lezat, dan tetap bergizi. Perlahan, usaha rumahan ini berkembang hingga kini juga memiliki brand EnduLicious Kebab untuk outlet siap saji dan jaringan reseller serta kemitraan di beberapa kota,” ujar Aisyah dari keterangan BRI, Jakarta, Minggu (18/1/2026).

Seiring meningkatnya produksi, Kebab Endul mengembangkan konsep Zero Waste Product untuk mengurangi limbah dan memperkuat nilai tambah.

Sisa pinggiran kulit kebab yang sebelumnya berpotensi terbuang pada awalnya dimanfaatkan sebagai camilan keluarga dan kerap dibagikan ke tetangga, sebelum kemudian diolah menjadi produk camilan kering Keripik ChipBab yang diluncurkan pada 2022.

Dalam pengembangan usahanya, tantangan yang dihadapi mencakup kenaikan harga bahan baku, persaingan pasar, perubahan preferensi konsumen, serta keterbatasan SDM dan modal ketika permintaan meningkat.

Aisyah mengatakan bahwa ia mulai menggunakan LinkUMKM, platform pemberdayaan UMKM dari BRI, sejak menjadi bagian dari UMKM binaan Rumah BUMN Jakarta. Ia menyampaikan bahwa platform tersebut ia gunakan sebagai sarana evaluasi berkala untuk memantau arah pertumbuhan usaha.

“Saya pertama kali mengenal dan mulai menggunakan platform LinkUMKM sejak menjadi bagian dari UMKM binaan Rumah BUMN Jakarta," kisahnya.

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|