Felldy Utama
, Jurnalis-Selasa, 20 Januari 2026 |16:16 WIB

Menhut Tegaskan Komitmen RI Jaga Keanekaragaman Hayati Dunia
JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen Indonesia melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan dengan The Royal Foundation di London.
Kehadiran Menhut di London untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) Breakfast discussion bersama King Charles III pada 21 Januari 2026.
Dalam perbincangannya dengan Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales, Dr. Tom Clements, Menhut menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan biodiversitas tertinggi di dunia dan berkomitmen penuh pada Global Biodiversity Framework.
Menhut Raja Juli menegaskan bahwa pengakuan hutan adat menjadi pilar utama strategi konservasi nasional.
“Pengakuan hutan adat memberdayakan masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai garda terdepan penjaga keanekaragaman hayati,” kata Menhut, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, kebijakan ini memperkuat peran masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai penjaga ekosistem. Pada November 2025, dalam United for Wildlife Global Summit di Rio de Janeiro, Indonesia menargetkan penetapan 1,4 juta hektare hutan adat, dengan kemajuan signifikan sepanjang 2025.
“Sepanjang tahun 2025, kemajuan nyata telah dicapai, dengan sejumlah unit hutan adat yang sedang melalui tahapan penetapan, konsolidasi, verifikasi, hingga penetapan hukum. Untuk menjamin kredibilitas dan kualitas, Indonesia telah menerbitkan Pedoman bagi Calon Verifikator Hutan Adat serta melaksanakan program peningkatan kapasitas di berbagai wilayah,” ujarnya.

















































