Apa Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel?

4 hours ago 2

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 20 Januari 2026 |06:04 WIB

Apa Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel?

Apa Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel? (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Belum diketahui penyebab kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT). Investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus dilakukan.

"Pada tahap ini, kami belum berada dalam posisi untuk menyimpulkan penyebab kejadian. Semua akan dianalisis dan disampaikan secara resmi oleh KNKT," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa.

Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Tim SAR gabungan kemudian menemukan serpihan pesawat di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Penemuan serpihan dilakukan pada Minggu pagi, 18 Januari 2026, melalui operasi pencarian darat dan udara. TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat tanpa awak sejak pukul 06.15 WITA, yang kemudian dilanjutkan dengan penyisiran menggunakan helikopter. Pada pukul 07.46 WITA, tim mengidentifikasi serpihan berupa jendela sebagai penanda awal lokasi kecelakaan, disusul temuan bagian besar badan pesawat dan ekor pada pukul 07.49 WITA.

Dari sisi kesehatan awak, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan seluruh kru pesawat dalam kondisi laik terbang. Data Medical Examination (MEDEX) menunjukkan seluruh awak memiliki sertifikat kesehatan yang masih berlaku dan dinyatakan fit sesuai ketentuan Civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67 pada saat bertugas.

Baca Selengkapnya: Kemenhub: Penyebab Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Belum Diketahui

(Feby Novalius)

Read Entire Article
Apa Kabar Berita | Local|